Feb 16, 2019

Bagaimana Cara Belajar Rasi Bintang?

Pertanyaan dari: Stela Salsabilla
Bagaimana cara agar bisa membaca rasi bintang/konstelasi bintang? Karena di daerah saya bintang yang muncul sangat jarang dan kadang random gitu.
Cara termudah untuk bisa tahu ada rasi bintang apa setiap malamnya adalah: sering-seringlah mengamati langit.

Sebagai orang awam yang jarang melihat langit, mudah saja memang kita berpikir kalau bintang-bintang yang muncul di langit hanya random saja, karena kita tidak tahu mereka termasuk dalam rasi bintang apa. Padahal, sebuah rasi bintang bisa muncul pada posisi yang sama di langit dalam waktu berbulan-bulan, lho!

Ingat ini: Bumi berotasi. Rotasi Bumi membuat sebuah rasi bintang tidak diam saja di satu arah langit. Mereka juga bergerak semu, mengalami terbit dan terbenam layaknya Matahari. Karena pada dasarnya, bintang-bintang di langit malam adalah matahari-matahari yang berjarak lebih jauh.

Jadi, pertanyaan "Min, rasi bintang Gemini bisa kita lihat di arah mana?" sebenarnya adalah pertanyaan keliru. Rasi bintang Gemini terlihat di arah timur, tetapi hanya saat ia terbit. Gemini bisa pindah ke barat ketika ia mau terbenam. Begitupun rasi bintang lainnya.

Perlukah Menghafal Rasi Bintang?
Jawabannya: tidak perlu.

Cara terburuk dalam belajar adalah menghafal. Mari diganti dengan "memahami". Pahami bagaimana bentuk rasi bintang, cari tahu kapan sebuah rasi bintang bisa diamati, dan lain sebagainya. Cara belajar seperti itulah yang seharusnya dilakukan.

Di sini saya akan berbagi pengalaman saja tentang bagaimana saya belajar rasi bintang. Dalam rangka pemanfaatan penuh teknologi, saya menggunakan aplikasi peta bintang yang bisa diunduh gratis di toko aplikasi. Setelah aplikasi terpasang di gawai, kemudian saya keluar dan mulai mengamati langit untuk mencari dua atau tiga bintang paling terang yang bisa saya lihat, lalu mencocokannya dengan apa yang ditampilkan di aplikasi peta bintang.

Saya masih ingat, bintang Betelgeuse dan Rigel adalah dua bintang yang pertama kali saya temukan. Saya yang masih awam saat itu (sekarang juga, sih) langsung bisa tahu kalau kedua bintang ini termasuk dalam rasi bintang Orion.

Orion adalah rasi bintang yang paling terkenal di langit. Ia juga sangat mudah ditemukan. Dengan menemukan Orion, rupanya kita juga bisa melakukan apa yang disebut sebagai "starhopping", yakni menemukan rasi bintang lain di sekitar Orion yang berada di dekat bintang-bintang terangnya.

Perhatikan gambar rasi bintang orion di bawah ini:
Berkat rasi bintang Orion, kita bisa menemukan adanya rasi bintang Gemini, dengan bintang paling terangnya bernama Pollux yang berada di dekat bintang Betelgeuse. Ada pula rasi bintang Taurus, dengan bintang paling terangnya Aldebaran yang berada di dekat bintang Bellatrix. Tak ketinggalan, ada juga Sirius, bintang paling terang di rasi bintang Kanis Mayor yang berada segaris lurus dengan tiga bintang sejajar di rasi bintang Orion.

Nah, kalau saya menggunakan Orion dalam belajar rasi bintang, kamu bisa menggunakan cara yang sama dengan menggunakan rasi bintang lainnya. Temukan satu rasi bintang, cocokan dengan aplikasi peta bintang, lalu cari tahu ada rasi bintang apa saja di sekitarnya. Cara ini bisa membuatmu dengan mudah mengetahui bentuk-bentuk rasi bintang beserta lokasinya di langit.

Cara lainnya adalah, cukup cari tahu bintang-bintang paling terang di setiap rasi bintang. Katakanlah kita mau mencari rasi bintang Skorpius, maka bintang paling terangnya adalah Antares. Kamu bisa cari tahu di mana lokasi Antares dengan aplikasi peta bintang. Dengan menemukan Antares, kamu sudah menemukan rasi bintang Skorpius.

Sederhana, bukan? Astronomi tak melulu soal teori, tapi juga praktik, yang dalam hal ini adalah mengamati langit. Bagaimana bisa belajar rasi bintang kalau mengamati langit malam saja jarang?

Semoga jawaban kami membantu!

Feb 9, 2019

Mengapa Venus Jadi Planet Terpanas di Tata Surya?

Pertanyaan dari: Maya Astari
Dibanding dengan Merkurius, Venus planet yang lebih jauh dari Matahari. Tapi kenapa Venus bisa jadi lebih panas? Dan bahkan paling panas di tata surya?


Halo, Maya. Memang benar kalau Merkurius lebih dekat ke Matahari dibandingkan dengan Venus. Tapi, hal itu rupanya belum menjamin suhu Merkurius bisa lebih panas, lho!

Venus adalah planet terpanas di tata surya kita karena ia dilingkupi oleh lapisan atmosfer yang begitu tebal yang terdiri dari karbon dioksida dan beberapa gas rumah kaca lainnya.

Nah, karena atmosfernya yang tebal terutama terdiri dari karbon dioksida, panas dari Matahari akan kesulitan untuk keluar dari permukaan Venus. Sinar Matahari yang melewati lapisan tebal awan karbon dioksida Venus akan memanaskan bebatuan di permukaan Venus, tanpa bisa memantul kembali ke ruang angkasa. Suhu pun meningkat.

Sebaliknya, Merkurius, planet yang paling dekat dengan Matahari, bukanlah yang terpanas karena tidak memiliki atmosfer yang cukup tebal untuk bisa memerangkap panas Matahari. Jadi, meskipun benar bahwa Merkurius memang panas, tapi berkat tidak adanya atmosfer, panas yang diterimanya bisa lolos kembali ke ruang angkasa, menjadikannya sebagai planet terpanas kedua di tata surya.

Karena tebalnya atmosfer Venus, suhu siang hari dan malam hari di sana bisa setinggi 470 derajat Celsius! Suhu yang sudah cukup tinggi untuk dengan mudah melelehkan timbal di permukaan planet.

Semoga jawaban kami bermanfaat!

Jan 20, 2019

Saat Meledak Nanti, Akankah Betelgeuse Mempengaruhi Bumi?

Pertanyaan dari: Anggi Anggarini
Saya pernah baca kalau bintang Betelgeuse akan meledak dalam supernova suatu hari nanti, lalu apakah ledakannya akan berpengaruh pada Bumi?


Betelgeuse mungkin menjadi bintang yang paling sering dibicarakan saat membahas mengenai supernova. Bagaimana tidak, bintang ini memang sudah dianggap berada di ujung masa kehidupannya, dan sebentar lagi akan meledak dalam supernova.

Namun, pembahasan mengenai Betelgeuse memiliki sedikit salah kaprah. Betelgeuse sering dinarasikan merupakan bintang yang "dekat" dengan Bumi dan akan "segera" meledak dalam supernova. Padahal, "dekat" dan "segera" itu relatif.

Cara para astronom menggunakan kedua istilah tersebut sangat berbeda dengan cara kita yang biasa menggunakan istilah-istilah itu dalam percakapan sehari-hari.

Pertama, mari kita bahas istilah "segera." Para astronom memperkirakan bahwa Betelgeuse saat ini telah berusia sekitar 10 juta tahun, dan ia sudah mulai berkembang menjadi raksasa merah sejak 40.000 tahun yang lalu. Itu berarti, Betelgeuse telah memulai fusi nuklir helium di intinya, menciptakan oksigen dan karbon, dan tinggal menunggu waktu untuk keruntuhan inti hingga akhirnya terjadi ledakan supernova.

Namun, seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu kapan supernova Betelgeuse terjadi tidak diketahui. Para astronom hanya dapat membuat estimasi menggunakan model evolusi bintang. Model-model itu juga bergantung pada masa dan periode rotasi Betelgeuse, yang keduanya bahkan juga belum diketahui secara presisi.

Jika Betelgeuse 20 kali lebih masif dari Matahari, menurut model evolusi bintang, maka ia akan meledak sekitar 100.000 tahun ke depan. Bila estimasi ini benar, maka peluang ledakan supernova Betelgeuse untuk mempengaruhi Bumi, atau mempengaruhi kehidupanmu, sangatlah kecil.

Kemudian lagi, jika Betelgeuse memiliki massa 15 kali massa Matahari, menurut model evolusi bintang, maka mungkin dibutuhkan satu juta tahun atau lebih untuknya meledak dalam supernova. Peluang Betelgeuse untuk mempengaruhi kehidupan di Bumi saat ini pun mungkin tidak ada.

Sekarang, mari kita bahas istilah "dekat".

Tidak mudah untuk mengukur jarak ke sebuah bintang raksasa merah terang seperti Betelgeuse. Metode pengukuran yang berbeda akan memberikan jawaban yang berbeda pula, mulai dari 520 tahun cahaya hingga hampir 700 tahun cahaya, sekitar 150 kali lebih jauh dari Alpha Centauri.

Nah, bahkan dari perkiraan jarak terdekatnya, Betelgeuse masih terlalu jauh untuk bisa menciptakan kerusakan yang signifikan pada Bumi ketika supernova terjadi. Material yang dikeluarkan langsung oleh Betelgeuse ketika supernova terjadi akan mengembang dan mendingin jauh sebelum mencapai Bumi.

Namun, radiasi dari supernova Betelgeuse tentu akan memiliki beberapa efek pada lingkungan Bumi, tetapi mungkin hanya berupa dampak kecil pada kehidupan. Yang jelas, Betelgeuse terlalu jauh untuk dapat mengionisasi atmosfer Bumi secara signifikan.

Jadi, sejauh ini cukup meyakinkan untuk mengatakan bahwa bahkan jika Betelgeuse segera meledak dalam masa kehidupan kita, ia masih belum cukup dekat untuk menimbulkan banyak risiko. Suatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Semoga jawaban kami bermanfaat!

Aug 20, 2018

Apakah Galaksi Mengorbit Sesuatu?

Pertanyaan dari: Dimas Prad
Jika satelit mengorbit planet, planet mengorbit bintang, bintang mengorbit galaksi, sedangkan galaksi mengorbit apa?


Sebelum menjawabnya, mari kita sama-sama pahami dulu apa yang dimaksud sebagai "orbit". Orbit atau mengorbit adalah sebuah istilah untuk menjelaskan pergerakan objek langit terhadap sebuah titik di ruang angkasa pada jalur tertentu. Umumnya, titik ini adalah objek lain, seperti planet mengorbit bintnag. Atau, dalam sistem biner, titik pusatnya disebut barisenter.

Barisenter sendiri merupakan titik pusat massa sistem. Biasanya, barisenter berada di dekat sumber massa terbesar. Bumi sebenarnya tidak benar-benar mengorbit Matahari, tetapi Bumi dan Matahari bersama-sama mengelilingi barisenter. Karena massa Matahari lebih besar, maka barisenter antara Bumi dan Matahari cenderung berada di dekat Matahari, sehingga seolah Bumi yang mengelilingi Matahari.

Lalu, bagaimana dengan galaksi?

Kita tahu, alam semesta tidak memiliki titik pusat, lalu apa yang diorbiti oleh sebuah galaksi? Apakah mereka mengorbit satu sama lain? Dalam beberapa kasus, hal itu benar. Sebagai contoh, galaksi kita Bimasakti diorbiti oleh beberapa galaksi kerdil yang lebih kecil, seperti Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil.

Sementara itu, galaksi tetangga kita, Andromeda, juga memiliki galaksi-galaksi satelit yang mengorbitinya ini. Tapi apakah Bimasakti dan Andromeda mengorbit apa sesuatu? Jawabannya: tidak.

Bimasakti dan Andromeda adalah bagian dari Grup Lokal, sebuah gugus galaksi di mana kita tinggal. Mereka terikat secara gravitasi satu sama lain. Memang ada pusat massa di Grup Lokal, sama seperti yang ada dalam sistem bintang. Namun di Grup Lokal, Bimasakti dan Andromeda sebenarnya saling mendekati, bukan saling mengitari. Dalam beberapa miliar tahun ke depan, Bimasakti dan Andromeda akan mengalami merger.

Pada skala yang lebih besar, Grup Lokal adalah bagian dari supergugus galaksi Virgo. Supergugus ini berisi banyak gugus galaksi selain Grup Lokal. Dan ya, supergugus Virgo juga memiliki pusat massa. Tetapi. semua gugus galaksi anggota supergugus galaksi Virgo tidak "mengorbit" pusat massa ini. Mereka hanya terikat bersama, berkat gravitasi.

Bahkan, pada skala yang lebih besar lagi, alam semesta dianggap bersifat homogen, yakni pada dasarnya sama di semua arah. Tidak ada satu titik pun di ruang angkasa yang merupakan pusat. Bumi bahkan bukan tempat yang spesial di alam semesta.

Ditambah lagi, alam semesta kita diketahui mengalami ekspansi atau mengembang. Dalam hal ini, tidak hanya gugus galaksi dan supergugus yang tidak saling mengorbit satu sama lain, tetapi justru ruang di antara mereka menyebabkan mereka bergerak saling menjauh.

Semoga jawaban kami bermanfaat!

Aug 17, 2018

Mengapa Alam Semesta Mengembang?

Pertanyaan dari: Farhan Rafiqi
Kenapa alam semesta ini mengembang? Faktanya galaksi Bima Sakti dan Andromeda akan bertabrakan. Apakah yang dinamakan dark energy itu tidak  ada? Mohon penjelasannya.


Edwin Hubble, astronom yang terkenal karena namanya diberikan ke sebuah teleskop antariksa, merupakan orang pertama yang memberikan bukti definitif bahwa alam semesta sedang mengembang.

Hubble kala itu pernah mengamati galaksi yang jauh. Saat sedang takjub-takjubnya melihat galaksi, Hubble menyadari bahwa galaksi-galaksi tersebut saling menjauhi. Rasa takjub itu berubah jadi penasaran. Dengan kejeniusannya, Hubble menghasilkan perhitungan yang menunjukkan seberapa cepat galaksi-galaksi ini saling bergerak menjauh satu sama lain dan menjauhi kita.

Atau lebih tepatnya, Hubble mampu menunjukkan seberapa cepat semua galaksi bergerak menjauh dari satu sama lain.

Hingga sekitar 15 tahun yang lalu, satu-satunya jawaban mengapa alam semesta mengembang adalah... momentum. Momentum ini terbentuk ketika alam semesta pertama kali mengalami pengembangan setelah Big Bang.

Sekarang bayangkan masa-masa awal dari alam semesta, BOOM, Big Bang terjadi. Alam semesta yang tadinya padat, lalu mengembang, melakukan ekspansi. Bintang-bintang pertama terbentuk, lalu mengelompok menjadi galaksi, dan galaksi-galaksi pun membentuk gugus galaksi, dst dst~

Lalu, bagaimana dengan galaksi Bimasakti dan Andromeda yang katanya akan bergabung? Bukankah alam semesta mengembang jadi seharusnya kedua galaksi ini saling menjauhi?

Yang terjadi sebenarnya adalah adanya pertempuran antara kekuatan gravitasi antara dua galaksi (yang saling tarik-menarik satu sama lain) dan mengembangnya alam semesta (yang berusaha untuk memisahkan dua galaksi tersebut).

Bila dua atau lebih galaksi terletak terlalu dekat satu sama lain (tentu dalam skala kosmis), kekuatan gravitasi antara galaksi-galaksi ini bisa membuat mereka saling tarik-menarik. Dan saat itu terjadi, kekuatan gravitasi antara galaksi-galaksi lah yang menang, sehingga pada akhirnya galaksi-galaksi tadi akan bertabrakan dan bergabung menjadi satu.

Sampai di sini, kita tahu bahwa alam semesta sedang mengembang karena momentum, dan galaksi-galaksi yang terlalu dekat bisa bertabrakan di alam semesta mengembang. Mau yang lebih menarik lagi?

Nih: Mengembangnya alam semesta mengalami akselerasi.

Pada tahun 1999, para astronom menemukan sesuatu yang benar-benar tidak terduga: energi gelap. Ketika para astronom melakukan pengamatan untuk mencari tahu apakah mengembangnya alam semesta akan berhenti, para astronom justru menemukan bahwa alam semesta mengembang semakin cepat. Seperti peluru yang dilengkapi buster untuk mempercepat lajunya.

Yang membuat mengembangnya alam semesta semakin cepat ini adalah energi gelap, suatu komponen yang mengisi ruang-ruang di alam semesta yang memilki tekanan negatif yang kuat yang bekerja berlawanan dengan gravitasi.

Sekarang, diketahui bahwa alam semesta tidak hanya akan mengembang selamanya, tetapi pengembangannya akan terus berakselerasi lebih cepat dan lebih cepat seiring waktu.

Jadi, intinya, apa yang menyebabkan alam semesta mengembang? Saat ini, hal itu sebagian besar disebabkan oleh momentum yang tersisa dari Big Bang, dan kekuatan energi gelap akan mempercepat pengembangan alam semesta ini. Selama-lamanya.

Semoga jawaban kami bermanfaat!