Apr 12, 2019

Semua Pertanyaanmu Tentang Citra Pertama Lubang Hitam Terjawab

Kami sempat membuka sesi bertanya di media sosial kemarin mengenai apa saja yang belum pembaca tahu atau yang ingin pembaca ketahui mengenai perilisan citra lubang hitam pertama di galaksi M87. Lewat artikel ini, kami sudah memilih beberapa pertanyaan terbaik untuk dijawab.

Apakah pertanyaanmu terpilih? Mari simak~
Pertama, kami akan menjawab beberapa pertanyaan terpilih dari Twitter:

Pertanyaan dari @erberveldpieter: Kenapa lubang hitam nampak memancarkan cahaya, seperti bintang? Sedangkan ada yang mengatakan cahaya tidak bisa lolos dari gravitasi lubang hitam? Kemudian sudahkah ada hasil penelitian tentang bahan penyusun dari lubang hitam?

Jawaban: Memang, cahaya tidak bisa lolos dari tarikan gravitasi lubang hitam, tetapi materi yang tertarik oleh lubang hitam bisa menjadi sangat panas sebelum materi tersebut benar-benar jatuh ke lubang hitam. Nah, pemanasan materi ini disebabkan karena materi tersebut berakselerasi di dekat lubang hitam karena adanya tarikan gravitasi yang kuat. Akibatnya, materi memancarkan banyak cahaya dan radiasi saat jatuh ke lubang hitam.

Dengan kata lain, "cahaya" yang kita lihat pada citra pertama lubang hitam bukan berasal dari lubang hitamnya, melainkan dari materi yang sedang ditarik oleh gravitasi si lubang hitam itu untuk membentuk fitur mirip cincin di sekelilingnya, yang dikenal sebagai cakram akresi. Lubang hitamnya sendiri adalah bagian gelap di tengah citra tersebut.

Lagi pula citra pertama yang dirilis para astronom ini sebenarnya adalah bayangan dari lubang hitam itu sendiri. Fitur cincin yang teramati pada citra tersebut merupakan bagaimana efek gravitasi lubang hitam mempengaruhi cakram akresi yang mengelilinginya.

Lalu, untuk bahan penyusun lubang hitam, jawaban sederhananya adalah para astronom belum mengetahuinya. Lubang hitam didefinisikan sebagai wilayah ruangwaktu yang memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat karena saking padatnya wilayah tersebut oleh materi, padahal diameternya bisa hanya ratusan kilometer saja.

Yang sejauh ini diketahui adalah, materi yang jatuh ke dalam lubang hitam tidak berbeda dengan materi yang dapat ditemukan di alam semesta. Setiap ada materi yang tertarik oleh lubang hitam, maka materi tersebut akan bergabung menambah massa lubang hitam itu sendiri.

Pertanyaan dari @hate_guts: Saya mau tanya apakah lubang hitam ini berbentuk 'datar' aja seperti yang di citra tersebut, atau berbentuk sphere atau 3D seperti benda langit lainnya sehingga kita bisa melihat atau mengorbit 'pintu belakang' lubang hitam ini?

Jawaban: Lubang hitam pada dasarnya sama dengan Bumi atau Matahari: berbentuk bulat seperti bola 3 dimensi. Kesalahpahaman yang banyak beredar selama ini adalah menyatakan bahwa lubang hitam itu benar-benar "lubang", padahal penamaan "lubang hitam" sendiri adalah untuk memudahkan bagaimana objek yang satu ini dikenali.

Lubang hitam merupakan produk akhir dari bintang yang mati. Ketika bintang masif kehabisan bahan bakarnya, mereka akan meledak dalam supernova. Ledakan supernova tersebut saking masifnya akan meninggalkan sebuah inti bintang mati yang berevolusi menjadi lubang hitam, benda paling padat di alam semesta namun diameternya sangat kecil.

Dengan begitu, bila kita berada di jarak aman dari lubang hitam, kita tentu bisa mengorbitnya, seperti halnya Bumi mengorbit Matahari, atau Bulan mengorbit Bumi.

Pertanyaan dari @milkomeda28: Kenapa di foto itu, cakram akresinya lebih terang yang di bagian bawah daripada yang di atas?

Jawaban: Cakram akresi yang mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi M87 tersebut berasal dari materi yang terhisap oleh gravitasi lubang hitam. Karena tarikan gravitasinya begitu kuat, materi-materi pada cakram akresi bergerak begitu cepat mendekati kecepatan cahaya, bergesekan dengan materi lain di sana, sehingga memanas hingga beberapa juta derajat. Saking panasnya, kita bisa mencitrakannya.

Lalu mengapa cakram akresi tersebut tampak lebih terang di bagian bawah? Hal itu rupanya terjadi akibat adanya efek pancaran relativistik. Ketika materi bergerak yang mendekati kecepatan cahaya itu bergerak menuju kita sebagai pengamat, cahayanya akan lebih terang. Sementara bila materi tersebut bergerak menjauh, cahayanya akan meredup.

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa cakram akresi tersebut sedang berotasi yang mana arah rotasinya searah jarum jam. Bagian yang lebih redup pada cakram akresi tersebut berada "di belakang" lubang hitam itu sendiri, sementara bagian bawah yang terang adalah bagian yang lebih dekat dengan kita sebagai pengamat. Mirip seperti saat kita sedang melihat cincin Saturnus.

Selanjutnya, kami akan menjawab pertanyaan dari Facebook:

Pertanyaan dari Sumar Diono: Kenapa pilih (mencitrakan lubang hitam di) M87 bukan di Bimasakti yang lebih dekat?

Jawaban: Lebih dekat bukan jaminan untuk lebih mudah untuk dicitrakan. Selain itu, lubang hitam di galaksi M87 adalah lubang hitam pertama yang berhasil diukur sifat-sifatnya sehingga para astronom cukup tertarik untuk menganalisanya.

Mencitrakan lubang hitam di M87 lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan mencitrakan Sagitarius A*, lubang hitam yang berada di pusat galaksi kita. Penyebabnya adalah, lubang hitam di M87 terletak begitu jauh (55 juta tahun cahaya dari Bumi) sehingga cahayanya tidak "bergerak" banyak selama malam-malam pengamatan.

Berbeda dengan Sagitarius A* jauh lebih dekat (26.000 tahun cahaya dari Bumi), sehingga membuat cahaya pada cakram akresinya "bergejolak" secara cepat dalam pengamatan, membuatnya lebih sulit untuk dicitrakan.

Pertanyaan dari Rima Karimah: Sebelum ada citra pertama dari lubang hitam ini, gimana para astronom tau kalau ada lubang hitam? Bukannya lubang hitam itu gelap jadi kita gak bisa ngeliatnya?

Jawaban: Teori relativitas umum Einstein merupakan yang pertama kali meramalkan bahwa ketika sebuah bintang masif mati, ia akan meninggalkan inti yang superpadat. Jika inti ini tiga kali lebih masif dari massa Matahari, persamaan Einstein menunjukkan bahwa gaya gravitasinya akan menghasilkan objek eksotik yang kita kenal sekarang sebagai lubang hitam.

Hingga kemarin (10 April), para astronom tidak bisa memotret atau mengamati langsung lubang hitam yang diteorikan oleh Einstein sejak tahun 1915 itu. Namun, bukan berarti lubang hitam tidak pernah ada.

Para astronom "mengamati" lubang hitam dengan mengandalkan bukti tidak langsung, misalnya dari perilaku atau sinyal yang datang dari objek lain di sekitar lubang hitam. Sebagai contoh, selama ini para astronom tahu ada lubang hitam dengan mengamati gerak orbit bintang-bintang yang membelok tak karuan ketika terlalu dekat dengan lubang hitam. Proses itu memanaskan bintang-bintang, menyebabkan mereka memancarkan sinar-X yang dapat dideteksi oleh teleskop.

Denga mempelajari pergerakan benda-benda seperti bintang di sekitar lubang hitam yang bergerak mengorbit secara aneh, kita sedang melihat lubang hitam secara tak langsung.

Pertanyaan dari David D. Chandra: Dalam citra kenapa cahaya hanya ada di sekeliling lubang hitam, jadi seperti cincin? Kalau lubang hitam berbentuk bola dan menarik segala materi dari segala penjuru, seharusnya tidak akan nampak karena tertutup cahaya yang tertarik gravitasinya.

Jawaban: Sebenarnya, kita memang tidak melihat lubang hitam secara langsung pada citra pertama lubang hitam yang dirilis baru-baru ini. Lubang hitam memancarkan radiasi yang terlalu sedikit untuk dideteksi, tetapi seperti yang diprediksi Einstein, lubang hitam memiliki apa yang disebut sebagai horison peristiwa, batas di mana cahaya bahkan tidak bisa lolos, yang dapat dilihat.

Ternyata, Einstein memang benar. Lingkaran hitam di tengah citra yang baru saja dirilis tersebut adalah "bayangan" dari lubang hitam itu sendiri, yang dikelilingi oleh gas bercahaya yang berada di horison peristiwanya, membentuk cakram akresi.

Karena adanya horison peristiwa ini, lubang hitam tidak tertutup cahaya yang tertarik gravitasinya. Cakram akresi sendiri berbentuk pipih, mirip seperti cincin Saturnus. Nah, saat kita melihat Saturnus, planet tersebut tidak tertutupi sepenuhnya oleh cincinnya, bukan?

Oh iya, cakram akresi di horison peristiwa tampak berwarna oranye karena para astronom yang terlibat dalam proyek ini memilih untuk memberi warna pada sinyal gelombang radio oranye untuk menggambarkan seberapa terang emisi itu. Warna kekuningan mewakili emisi paling intens, sedangkan merah menggambarkan intensitas yang lebih rendah, dan hitam mewakili tidak adanya emisi.

Terakhir, kami akan menjawab pertanyaan dari Instagram:

Pertanyaan dari @dhatuker: Sebenarnya potret objek jauh bukannya kalau geser dikir gambarnya langsung ilang ya, min? (Red: Bagaimana cara memotret lubang hitam ini?)

Jawaban: Setidaknya, ada lebih dari 200 astronom di seluruh dunia yang terlibat dalam melakukan pengukuran dan pengamatan menggunakan delapan teleskop radio berbasis darat yang secara kolektif dikenal sebagai Event Horizon Telescope (EHT).

Teleskop-teleskop ini terletak di lokasi-lokasi yang tinggi seperti gunung berapi di Hawaii dan Meksiko, pegunungan di Arizona dan Sierra Nevada Spanyol, Gurun Atacama di Cile, hingga di Antartika.

Pada April 2017, para astronom menyinkronkan semua teleskop itu untuk melakukan pengamatan terhadap gelombang radio yang dipancarkan dari horison peristiwa lubang hitam, semuanya dilakukan pada waktu yang bersamaan.

Nah, menyinkronkan teleskop-teleskop itu mirip dengan menciptakan teleskop seukuran Bumi, yang menghasilkan resolusi mengesankan: 20 mikrodetik. Resolusi yang cukup untuk membaca koran di tangan seorang warga di New York dari sebuah kafe di Paris.

Bagaimana bisa teleskop-teleskop ini mengamati lubang hitam yang jauh padahal Bumi dan lubang hitam tersebut bergerak? Jangan bayangkan pengamatannya seperti kita mengamati Bulan melalui teleskop kecil, yang harus digeser-geser teleskopnya agar selalu mengarah ke Bulan.

Jaringan 8 teleskop radio pada EHT memiliki sistem komputer yang dapat mengikuti letak lubang hitam yang sedang diamati. Pengamatan juga tidak dilakukan sehari saja, tetapi 10 hari. Setiap lubang hitam tersebut muncul di langit atas di mana teleskop-teleskop tersebut berada, pengamatan dilakukan. Diulang-ulang seperti itu selama 10 malam.

Hasil pengamatannya yang masih mentah tersebut kemudian dianalisis, lalu digabungkan dengan tiga algoritma berbeda hingga menghasilkan satu kesatuan gambar yang bisa kamu lihat pada bagian atas artikel ini.

Pertanyaan dari @dinarosianaaa: Kenapa para astronom motret lubang hitamnya lewat teleskop radio? Kenapa gak dari teleskop cermin aja? Apa itu fotonya bener-bener real?

Jawaban: Dengan mengamatinya melalui teleskop radio, yang bekerja dengan menyerap gelombang radio pada objek yang diamati, para astronom bisa mendapatkan resolusi yang lebih baik dengan menggunakan gelombang radio daripada jika mereka menggunakan gelombang cahaya tampak (menggunakan teleskop cermin).

Gelombang radio saat ini menawarkan resolusi sudut tertinggi daripada teknik pengamatan apa pun yang ada saat ini. Resolusi sudut mengacu pada seberapa baik (sudut terkecil) teleskop dapat membedakan antara dua objek yang terpisah.

Apakah ini benar-benar foto asli? Hemm, kami tidak tahu seperti apa wujud foto yang palsu itu bagaimana. Apakah maksudnya telah disunting?

Yang jelas, cukup sulit untuk membuat sebuah citra dengan gelombang radio. Para astronom dalam misi EHT ini hanya bekerja dengan mengukur gelombang radio yang dipancarkan dari horison peristiwa lubang hitam dan kemudian memproses informasi itu dengan komputer untuk membuat gambar yang kita lihat sekarang.

Pertanyaan dari @rullykun: Apa ini berarti citra lubang hitam 55 juta tahun yang lalu?

Jawaban: Betul. Semakin jauh kita menatap ke luar angkasa, semakin lampau kita sedang melihat masa lalu. Tidak perlu jauh-jauh, saat kita melihat Bulan yang berjarak sekitar 1 detik cahaya dari Bumi, itu artinya kita sedang melihat Bulan 1 detik yang lalu.

Atau saat kita mencoba melihat Matahari yang berjarak 8 menit cahaya, itu artinya kita sedang melihat kondisi Matahari 8 menit yang lalu. Ketika Matahari misalnya tiba-tiba menghilang, kita baru akan menyadari hal itu 8 menit kemudian.

Tapi, apa sebabnya? Ini dikarenakan cahaya membutuhkan waktu untuk sampai ke mata kita dalam bergerak di ruang hampa udara. Pergerakan cahaya objek langit tergantung seberapa jauh objek tersebut terletak dari Bumi.

Nah, untuk lubang hitam di M87 yang berjarak 55 juta tahun cahaya ini, itu artinya kita sedang melihat kondisi lubang hitam 55 juta tahun yang lalu, sekitar 10 juta tahun setelah kepunahan dinosaurus.

Lalu, bagaimana kondisi lubang hitamnya saat ini? Tidak ada yang tahu. Tapi bisa jadi lubang hitam tersebut sudah bertambah besar massanya.

Oke, itulah beberapa pertanyaan paling menarik yang terpilih untuk kami jawab di edisi khusus TanyaAstro kali ini. Semoga jawaban kami bermanfaat!

Apr 2, 2019

Bagaimana Cara Astronot Pulang ke Bumi?

Pertanyaan dari: Farrah Amanda
Di stasiun luar angkasa kan ada astronotnya min. Nah, gimana cara mereka pulang ke bumi? Apa naik roket dari luar angkasa?
Jawaban singkatnya: terjun.


Ya, untuk bisa pulang ke Bumi dari stasiun luar angkasa, para astronot hanya terjun saja dari orbit rendah Bumi. Namun tentunya, terjun dengan cara yang aman.

Saat ini, para astronot kembali ke Bumi dengan menggunakan kapsul antariksa Soyuz buatan Rusia. Kapsul antariksa Soyuz dilengkapi dengan pelindung panas ablatif yang dapat mencegah panas untuk bisa masuk menembus kabin kru berisi astronot yang sedang pulang ke Bumi.

Tunggu, memang dari mana asal panasnya?

Ketika kapsul antariksa tersebut diterjunkan dari ISS, ia akan tertarik gravitasi Bumi, lalu melalui atmosfer. Pergerakan kapsul Soyuz dari ruang vakum ke atmosfer menyebabkan ia menabrak molekul-molekul udara, menciptakan gelombang kejut di depan moncongnya.

Kapsul antariksa tersebut pun memanas.

Di situlah pelindung panas ablatif berperan. Pelindung tersebut menjadi seperti perisai panas yang juga dapat menyerap panas. Pelindung ablatif tersebut dapat melakukan apa yang disebut sebagai pirolisis.

Ketika kapsul antariksa yang terjun bebas itu mencapai ketinggian beberapa kilometer dari permukaan Bumi, parasut akan terbuka, memperlambat gerak jatuh Soyuz agar pendaratan bisa lebih lembut.

Nah, ingin tahu seperti apa proses itu? Kamu bisa nonton videonya di bawah ini:

Mar 21, 2019

Mengapa Bintang Tampak Diam Padahal Bumi Berotasi?

Pertanyaan dari: Fenita Suryani
Aku pernah baca kalau rotasi Bumi itu sangat cepat ya min. Sampe 1.600 kilometer per jam di khatulistiwa. Tapi pas kita melihat bintang di langit malam, kenapa bintang-bintang diam aja?
Amati bintang-bintang di langit malam selama satu jam secara terus menerus, dan kamu baru bisa melihat jelas bahwa mereka tidak diam.

Analoginya sederhana. Cobalah berdiri di pinggir jalan raya dan amati mobil-mobil melewatimu dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Kemudian, lihatlah sebuah pesawat terbang yang ada di ketinggian 33.000 kaki yang juga sedang melewatimu dengan kecepatan 800 kilometer per jam.

Kamu akan menyadari bahwa pesawat terbang akan bergerak jauh lebih lambat daripada mobil. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Jawabannya juga sederhana: semakin jauh jarak sesuatu yang bergerak relatif terhadap kita, semakin lama ia harus melakukan perjalanan untuk melintasi sudut pandangan yang bisa kita lihat. Suatu objek akan tampak lebih lambat jika kecepatan sudutnya kecil, terlepas dari kecepatan sebenarnya.

Mata manusia memiliki sudut pandang sekitar 160 derajat. Mobil-mobil di jalan raya dapat melintasi sudut itu dalam waktu satu atau dua detik saja. Sementara bagi pesawat terbang yang berada lebih jauh, maka akan membutuhkan waktu beberapa menit.

Nah, bagaimana dengan bintang-bintang? Waktu yang dibutuhkan untuk bintang-bintang "bergerak" di langit didasarkan pada seberapa cepat Bumi berputar. Hal itu karena pergerakan bintang di langit sebenarnya adalah gerak semu, Bumi lah yang berotasi.

Bagi saja 360 derajat bola langit dengan waktu rotasi Bumi 24 jam, maka diketahuilah bahwa bintang-bintang akan membutuhkan lebih dari 10 jam untuk melewati sudut pandang kita yang 160 derajat itu.

Jika kamu tidak sabaran, jelas saja kamu berpikir bintang-bintang itu diam.

Semoga jawaban kami menambah wawasanmu!

Mar 6, 2019

Bagamana Para Astronom Tahu Jarak Sebuah Galaksi?

Pertanyaan dari: Muhamad Adrian
Bagaimana seseorang bisa mengetahui jarak antarpalnet, bintang, galaksi, dll.

Alam semesta sangatlah luas, menghitung jarak benda-benda langitnya pastilah merupakan hal yang terkesan tidak mungkin dilakukan.

Ya memang, faktanya, para astronom tidak dapat mengetahui jarak benda-benda langit secara pasti. Tetapi bukan berarti mengetahui jaraknya adalah suatu hal yang mustahil. Para astronom, atau bahkan kita sendiri, bisa kok melakukan estimasi jarak benda-benda langit.

Para astronom telah mengembangkan beberapa teknik untuk mengukur jarak benda-benda langit yang sangat jauh secara tidak langsung. Pengukuran ini dapat dilakukan untuk mengetahui jarak bintang, planet, dan bahkan galaksi. Namun, dalam banyak kasus, metode-metode ini cukup rumit secara matematis dan melibatkan pemodelan komputer yang besar.

Salah satu metode yang sederhana adalah paralaks, yakni efek visual yang dihasilkan ketika seorang pengamat bergerak (atau berpindah tempat), benda-benda terdekat yang diamatinya juga akan tampak bergeser relatif terhadap benda-benda yang lebih jauh.

Untuk lebih memahami paralaks, coba luruskan tanganmu ke depan, lalu acungkan jempol. Tutup mata sebelah kiri dan amati jempol tersebut dengan mata kanan. Selepas itu, tutup mata kanan dan amatilah jempolmu dengan mata kiri. Nah, di sini, kamu akan melihat adanya "gerakan" berpindah pada jempol relatif terhadap benda-benda lain di latar belakang, bukan? Hal itu disebabkan oleh perubahan posisi pengamatanmu.

Saat Bumi mengorbit Matahari, para astronom menerapkan prinsip yang sama ini untuk menentukan jarak ke bintang-bintang terdekat. Sama seperti jempolmu, bintang-bintang yang berjarak lebih dekat dengan kita akan berpindah posisi relatif terhadap bintang-bintang yang berjarak lebih jauh.

Dengan mengukur sudut di mana bintang-bintang tampak bergerak sepanjang tahun, dan mengetahui seberapa jauh Bumi telah bergerak dalam orbitnya, para astronom dapat menggunakan rumus geometri sederhana yang kita pelajari di sekolah menengah untuk menghitung jarak bintang.

Nah, setelah para astronom mengetahui seberapa jauh jarak suatu bintang, maka selanjutnya bisa menghitung seberapa terang bintang tersebut. Ketika sudah mengetahui seberapa terang suatu jenis bintang, maka kita bisa mencari bintang serupa di galaksi lain dan mengukur kecerahannya yang tampak dari Bumi. Bila kecerahan tampak diketahui, jadilah kita bisa menghitung jarak sebuah galaksi.

Jadi, para astronom tidak hanya asal tebak saja berapa jarak sebuah galaksi. Mereka juga tidak perlu mengirimkan wahana antariksa ke galaksi lain untuk sekadar mengetahui jaraknya.

Saya membuat penjelasan ini terdengar sangat mudah, tetapi sebenarnya sangan sulit bagi para astronom untuk memastikan apakah mereka telah menemukan bintang yang mirip atau galaksi yang serupa dengan yang kecerahan dan jaraknya telah diketahui.

Feb 16, 2019

Bagaimana Cara Belajar Rasi Bintang?

Pertanyaan dari: Stela Salsabilla
Bagaimana cara agar bisa membaca rasi bintang/konstelasi bintang? Karena di daerah saya bintang yang muncul sangat jarang dan kadang random gitu.
Cara termudah untuk bisa tahu ada rasi bintang apa setiap malamnya adalah: sering-seringlah mengamati langit.

Sebagai orang awam yang jarang melihat langit, mudah saja memang kita berpikir kalau bintang-bintang yang muncul di langit hanya random saja, karena kita tidak tahu mereka termasuk dalam rasi bintang apa. Padahal, sebuah rasi bintang bisa muncul pada posisi yang sama di langit dalam waktu berbulan-bulan, lho!

Ingat ini: Bumi berotasi. Rotasi Bumi membuat sebuah rasi bintang tidak diam saja di satu arah langit. Mereka juga bergerak semu, mengalami terbit dan terbenam layaknya Matahari. Karena pada dasarnya, bintang-bintang di langit malam adalah matahari-matahari yang berjarak lebih jauh.

Jadi, pertanyaan "Min, rasi bintang Gemini bisa kita lihat di arah mana?" sebenarnya adalah pertanyaan keliru. Rasi bintang Gemini terlihat di arah timur, tetapi hanya saat ia terbit. Gemini bisa pindah ke barat ketika ia mau terbenam. Begitupun rasi bintang lainnya.

Perlukah Menghafal Rasi Bintang?
Jawabannya: tidak perlu.

Cara terburuk dalam belajar adalah menghafal. Mari diganti dengan "memahami". Pahami bagaimana bentuk rasi bintang, cari tahu kapan sebuah rasi bintang bisa diamati, dan lain sebagainya. Cara belajar seperti itulah yang seharusnya dilakukan.

Di sini saya akan berbagi pengalaman saja tentang bagaimana saya belajar rasi bintang. Dalam rangka pemanfaatan penuh teknologi, saya menggunakan aplikasi peta bintang yang bisa diunduh gratis di toko aplikasi. Setelah aplikasi terpasang di gawai, kemudian saya keluar dan mulai mengamati langit untuk mencari dua atau tiga bintang paling terang yang bisa saya lihat, lalu mencocokannya dengan apa yang ditampilkan di aplikasi peta bintang.

Saya masih ingat, bintang Betelgeuse dan Rigel adalah dua bintang yang pertama kali saya temukan. Saya yang masih awam saat itu (sekarang juga, sih) langsung bisa tahu kalau kedua bintang ini termasuk dalam rasi bintang Orion.

Orion adalah rasi bintang yang paling terkenal di langit. Ia juga sangat mudah ditemukan. Dengan menemukan Orion, rupanya kita juga bisa melakukan apa yang disebut sebagai "starhopping", yakni menemukan rasi bintang lain di sekitar Orion yang berada di dekat bintang-bintang terangnya.

Perhatikan gambar rasi bintang orion di bawah ini:
Berkat rasi bintang Orion, kita bisa menemukan adanya rasi bintang Gemini, dengan bintang paling terangnya bernama Pollux yang berada di dekat bintang Betelgeuse. Ada pula rasi bintang Taurus, dengan bintang paling terangnya Aldebaran yang berada di dekat bintang Bellatrix. Tak ketinggalan, ada juga Sirius, bintang paling terang di rasi bintang Kanis Mayor yang berada segaris lurus dengan tiga bintang sejajar di rasi bintang Orion.

Nah, kalau saya menggunakan Orion dalam belajar rasi bintang, kamu bisa menggunakan cara yang sama dengan menggunakan rasi bintang lainnya. Temukan satu rasi bintang, cocokan dengan aplikasi peta bintang, lalu cari tahu ada rasi bintang apa saja di sekitarnya. Cara ini bisa membuatmu dengan mudah mengetahui bentuk-bentuk rasi bintang beserta lokasinya di langit.

Cara lainnya adalah, cukup cari tahu bintang-bintang paling terang di setiap rasi bintang. Katakanlah kita mau mencari rasi bintang Skorpius, maka bintang paling terangnya adalah Antares. Kamu bisa cari tahu di mana lokasi Antares dengan aplikasi peta bintang. Dengan menemukan Antares, kamu sudah menemukan rasi bintang Skorpius.

Sederhana, bukan? Astronomi tak melulu soal teori, tapi juga praktik, yang dalam hal ini adalah mengamati langit. Bagaimana bisa belajar rasi bintang kalau mengamati langit malam saja jarang?

Semoga jawaban kami membantu!